KISAH TIMUN MAS DAN RAKSASA - CERITA RAKYAT JAWA TENGAH BESERTA PESAN MORALNYA
Nama : Novera Dewi Shintawaka
Kelas : 1pa15
Npm :
14519834
Falkutas: Psikologi
Cerita Legenda Indonesia – Timun Mas
(iluszi.blogspot.com)
Pada zaman dahulu,
hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat
hutan. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seorang
anak pun.Setiap hari mereka berdoa
pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak. Suatu hari
seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami
istri itu. Raksasa itu kemudian memberi mereka biji mentimun.“Tanamlah biji ini.
Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima
kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. “Tapi ada syaratnya. Pada usia 17 tahun
anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. Suami istri itu sangat
merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka setuju.Suami istri petani itu
kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman
yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah
sebuah mentimun berwarna keemasan.Buah mentimun itu
semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya.
Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam
buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat
bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas.Tahun demi tahun
berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik. Kedua orang tuanya sangat
bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut. Karena pada ulang tahun Timun
Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk
mengambil Timun Mas.Petani itu mencoba
tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan
memanggilnya,” katanya. Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah
ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu
melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun
segera melarikan diri.Suami istri itu sedih
atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan
Raksasa. Raksasa menunggu cukup lama. Ia menjadi tak sabar. Ia tahu, telah
dibohongi suami istri itu. Lalu ia pun menghancurkan pondok petani itu. Lalu ia
mengejar Timun Mas ke hutan.Raksasa segera berlari
mengejar Timun Mas. Raksasa semakin dekat. Timun Mas segera mengambil segenggam
garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa.
Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan
susah payah.Timun Mas berlari
lagi. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Timun Mas kembali
mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu
dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam
memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari
menyelamatkan diri.Tapi Raksasa sungguh
kuat. Ia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Maka Timun Mas pun mengeluarkan
benda ajaib ketiga. Ia menebarkan biji-biji mentimun ajaib. Seketika tumbuhlah
kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun
makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak
makan, Raksasa tertidur.Timun Mas kembali
melarikan diri. Ia berlari sekuat tenaga. Tapi lama kelamaan tenaganya habis.
Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi
hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya
yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah
danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya
hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa
panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.Timun Mas lega. Ia
telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun
Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima
Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.Sejak saat itu Timun
Mas dapat hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa
ketakutan lagi.( https://woazy.com/2018/06/04/10-cerita-rakyat-indonesia-cerita-legenda-daerah-yang-paling-terkenal/)
Makna cerita cerita rakyat timun mas:Ø
jangan
pernah membuat perjanjian jika kita tidak bisa menghadapiØ jangan mudah
menyerah jika dalam kesulitan apapun, Hal ini dibuktikan ketika Timun Mas berusaha melarikan diri
dari raksasa hingga raksasanya menyerahØ
Jangan
memaksakan kehendak kepada orang lainØ Tidak pernah lelah memohon kepada TuhanHal ini dibuktikan dengan kedua orang tua Timun
Mas yang selalu memohon diberikan anak.
Daftar Pustaka


Komentar
Posting Komentar