INFORMASI TENTANG "EFEK RUMAH KACA".
Nama: Novera dewi shintawaka
Kelas: 1pa15
Npm:14519834
efek Rumah Kaca – Pengertian dan
Proses Terjadinya
Rumah kaca merupakan suatu
bangunan berbentuk rumah yang keseluruhannya (dinding, atap) terbuat dari kaca.
Rumah kaca dipakai sebagai tempat bercocok tanam sayuran, buah-buahan dan
bahkan bunga atau tanaman lainnya. Biasanya, rumah kaca digunakan oleh
petani-petani di negara yang memiliki 4 musim (di Indonesia, karena matahari
bersinar sepanjang tahun, maka rumah kaca jarang digunakan). Suhu di dalam
rumah kaca akan terasa hangat walaupun saat itu saat musim dingin. Rumah kaca
bekerja dengan menangkap cahaya matahari dan panas dari sinar matahari
terperangkap di dalam bangunan sehingga udara menjadi tetap hangat. Jadi, pada
siang hari, suhu di dalam rumah kaca menjadi semakin hangat dan pada malam hari
suhunya juga tetap hangat.
Rumah kaca bekerja dengan cara memerangkap panas matahari
[sumber: nasa.gov]
[sumber: nasa.gov]
Efek rumah kaca merupakan istilah
yang digunakan untuk menggambarkan bumi memiliki efek seperti rumah kaca diatas
dimana panas matahari terperangkap oleh atmosfer bumi. Gas-gas di atmosfer
seperti karbon dioksida (CO2) dapat menahan panas matahari sehingga panas
matahari terperangkap di dalam atmosfer bumi. Normalnya, pada siang hari
matahari menyinari bumi sehingga permukaan bumi menjadi hangat, dan pada malam
hari permukaan bumi mendingin. Akan tetapi, akibat adanya efek rumah kaca,
sebagian panas yang harusnya dipantulkan permukaan bumi diperangkap oleh gas-gas
rumah kaca di atmosfer. Inilah mengapa bumi menjadi semakin hangat dari
tahun- ketahun.
Efek rumah kaca membuat bumi semakin
menghangat karena panas matahari terperangkap oeh gas-gas di atmosfer.
[diolah dari: thetalkingdemocrat.com]
Penyebab Efek rumah kaca adalah
gas-gas rumah kaca. Berikut ini gas-gas di atmosfer beserta persentasi
kontribusinya pada efek rumah kaca:
1)
Uap air (H2O), 36-70%
2)
Karbon dioksida (CO2), 9-26%
3)
Methana (CH4), 4-9%
4)
Ozon (O3), 3-7%
5)
Nitrous Oxide (N2O)
6)
CFC dan HFC
Sebenarnya, gas-gas diatas diatas diperlukan juga
agar bumi tidak terlalu dingin, akan tetapi sejak revolusi industri, gas-gas
seperti karbon dioksida, methana, dan gas berbahaya lainnya menjadi semakin
bertambah di atmosfer sehingga konsentrasinya makin meningkat akibat ulah
manusia.Jika konsentrasi gas-gas
rumah kaca makin meningkat di atmosfer, maka efek rumah kaca akan semakin besar.
. Berikut ini adalah penyebab-penyebab makin
tingginya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer:
Pembakaran hutan
[sumber: Woods Hole Research Center
[sumber: Woods Hole Research Center
1)Penebangan dan pembakaran hutan; pohon sangat berguna karena dapat mengubah gas karbon
dioksida menjadi oksigen yang bermanfaat untuk kita, akan tetapi manusia suka
melakukan penebangan hutan dan membakarnya untuk dijadikan tempat bercocok
tanam. Selain itu, saat hutan dibakar menghasilkan gas-gas rumah kaca yang
tentu dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer.
2) Penggunaan bahan bakar fosil;
Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara yang terlalu
berlebihan bukan hanya berdampak buruk pada kualitas udara, tapi juga dapat
meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer seperti karbon dioksida
yang dihasilkan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil.
3) Pencemaran laut; lautan dapat menyerap karbon dioksida dalam jumlah
yang besar, akan tetapi akibat pencemaran laut oleh limbah industri dan sampah,
laut menjadi tercemar sehingga banyak ekosistem di dalamnya yang musnah, yang
menyebabkan laut tidak dapat menyerap karbon dioksida lagi.
4)Industri pertanian; pertanian dalam skala
besar (industri) menggunakan pupuk yang dangat banyak. Pupuk yang dipakai
tersebut melepaskan gas nitrous oxide ke atmosfer yang merupakan gas rumah kaca.
5)Limbah industri dan
tambang industri seperti pabrik
semen, pabrik pupuk, dan penambangan batu baru serta minyak bumi memproduksi
gas rumah kaca seperti karbon dioksida.
Jika efek rumah kaca dibiarkan, maka bumi akan
menjadi semakin panas. Memanasnya bumi dapat mencairkan es yang ada di kutub
utara maupun selatan. Jika es di kutub mencair, maka permukaan air laut akan
semakin tinggi yang tentu akan berdampak buruk pada seluruh wilayah di dunia.
Berikut ini dipaparkan dampak efek rumah kaca secara
lebih detail:
1) Pemanasan global; pemanasan global
merupakan fenomena meningkatnya suhu di permukaan bumi. Hal ini sangat
membahayakan seluruh ekosistem yang ada di bumi, dan dapat membahayakan
manusia.
2) Mencairnya es di kutub; hal ini diakibatkan
karena kenaikan temperatur dari tahun ke tahun. Jika es di kutub mencair, maka
seluruh ekosistem di kutub akan terancam punah.
3) Meningkatnya ketinggian
air laut; hal ini diakibatkan karena es kutub yang
mencair. Jika air laut meniggi, maka seluruh populasi yang tinggal di sekitar
pantai harus pindah ke tempat yang lebih tinggi. Kota-kota besar di dunia akan
lumpuh karena sebagian besar terletak dekat dengan pantai.
Dampak meningkatnya air laut (hingga 6 meter)
di wilayah-wilayah Indonesia
[sumber: NASA Climate Change]
[sumber: NASA Climate Change]
4) Laut menjadi semakin
asam; akibat meningkatnya gas-gas rumah kaca di atmosfer, laut juga akan
menyerap sebagian gas tersebut. Jika laut berlebihan menerima gas-gas tersebut,
maka akan membuat air laut menjadi asam yang mengakibatkan musnahnya terumbu
karang dan berbagai macam ekosistem di dalamnya.
5) Berkurangnya lapisan
ozon; gas rumah kaca seperti nitrous oxide berdampak dapat mengurangi lapisan
ozon dan merupakan penyebab utamanya. Jika lapisan ozon berkurang, sinar
ultraviolet matahari dapat tembus ke permukaan bumi yang dapat mematikan
makhluk hidup di dalamnya.
DAFTAR PUSTAKA




Komentar
Posting Komentar