“Setelah ke Bulan pada 2024, Manusia akan Melancong ke Mars”.
Nama
: Novera Dewi Shintawaka
Kelas
: 1pa15
Npm
: 14519834
Falkutas:
Psikologi
“Setelah
ke Bulan pada 2024, Manusia akan Melancong ke Mars”.
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 11 Desember
2017 lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani arahan yang
memerintahkan NASA untuk bersiap
membawa kembali astronot ke Bulan. Tidak hanya itu, misi membawa manusia ke Bulan pun
diikuti oleh misi manusia ke Mars dan tujuan lainnya.
Dilansir dari AFP, NASA menetapkan 2024 untuk membawa manusia ke Bulan dan 2033 membawa manusia ke Mars. Namun, para ahli dalam industri antariksa menilai mencapai Mars pada 2033 masih belum memungkinkan.
"Bulan adalah tempat pembuktian bagi misi terakhir kami ke Mars," kata administrator NASA Jim Bridenstine pada konferensi minggu ini.
"Bulan adalah jalan kami untuk sampai ke Mars dengan cara tercepat dan teraman yang mungkin. Itulah sebabnya kami pergi ke Bulan."
Dilansir dari AFP, NASA menetapkan 2024 untuk membawa manusia ke Bulan dan 2033 membawa manusia ke Mars. Namun, para ahli dalam industri antariksa menilai mencapai Mars pada 2033 masih belum memungkinkan.
"Bulan adalah tempat pembuktian bagi misi terakhir kami ke Mars," kata administrator NASA Jim Bridenstine pada konferensi minggu ini.
"Bulan adalah jalan kami untuk sampai ke Mars dengan cara tercepat dan teraman yang mungkin. Itulah sebabnya kami pergi ke Bulan."
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 11
Desember 2017 lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani arahan
yang memerintahkan NASA untuk bersiap membawa kembali astronot ke Bulan. Tidak
hanya itu, misi membawa manusia ke Bulan pun diikuti oleh misi manusia ke Mars
dan tujuan lainnya.
Dilansir dari AFP, NASA menetapkan
2024 untuk membawa manusia ke Bulan dan 2033 membawa manusia ke Mars. Namun,
para ahli dalam industri antariksa menilai mencapai Mars pada 2033 masih belum
memungkinkan.
"Bulan adalah tempat pembuktian
bagi misi terakhir kami ke Mars," kata administrator NASA Jim Bridenstine
pada konferensi minggu ini.
"Bulan adalah jalan kami untuk
sampai ke Mars dengan cara tercepat dan teraman yang mungkin. Itulah sebabnya
kami pergi ke Bulan."
Tantangan Psikologis ke Bulan
Berangkat ke Mars bisa memakan waktu
setidaknya enam bulan, dibandingkan dengan tiga hari ke Bulan.
Seluruh misi bisa memakan waktu dua
tahun, karena Mars dan Bumi saling bersatu setiap 26 bulan, sebuah jendela yang
harus diambil.
Kepala Ilmuwan NASA untuk Stasiun
Luar Angkasa Internasional Julie Robinson mengungkapkan tugas utama mereka
adalah menemukan cara untuk melindungi astronaut dari paparan radiasi matahari
dan kosmik yang berkepanjangan.
"Yang kedua adalah sistem
makanan," tambahnya. Gagasan sistem instalasi saat ini tidak dapat
dikemas, tidak portabel atau tidak cukup kecil untuk dibawa ke Mars."
Selain itu, muncul isu yang
berurusan dengan keadaan darurat medis yakni astronaut harus dapat mengobati
diri mereka sendiri jika terjadi kecelakaan.
"Saya benar-benar berpikir
masalah besar adalah jasnya," tambah Jennifer Heldman, Ilmuwan Planet
NASA.
Salah satu keluhan utama para
astronot Apollo adalah sarung tangan mereka, yang terlalu mengembang dan
mencegah mereka melakukan pekerjaan yang tangkas.
NASA sedang mengembangkan baju baru,
yang pertama dalam empat puluh tahun disebut xEMU. Namun, belum belum akan siap
untuk tamasya pertamanya di Stasiun Luar Angkasa Internasional selama beberapa
tahun lagi.
Di Mars, debu akan lebih menjadi
masalah daripada di Bulan. Astronot Apollo kembali dengan debu bulan dalam
jumlah besar di modul mereka. Menghindarinya dari habitat akan sangat penting
untuk misi yang melibatkan menghabiskan berbulan-bulan di Planet Merah.
Teknik untuk mengeksploitasi sumber
daya Mars untuk mengekstrak air, oksigen, dan bahan bakar yang diperlukan bagi
manusia untuk tinggal di sana belum ada - dan harus diuji di Bulan pada akhir
dekade ini.
Akhirnya ada pertanyaan yang paling
mendasar: bagaimana sekelompok orang mengatasi tekanan psikologis karena
benar-benar terisolasi selama dua tahun?
Tidak akan mungkin untuk
berkomunikasi secara real time dengan kontrol misi Houston: komunikasi radio
akan memakan waktu antara empat dan 24 menit antara planet, satu arah. NASA
berencana untuk menguji latihan komunikasi yang tertunda di atas ISS di
tahun-tahun mendatang.
Kecerdasan buatan juga harus dikembangkan
untuk membantu dan membimbing para astronot.
Seorang peneliti yang ditugaskan
oleh NASA untuk mempelajari kemungkinan sampai ke Mars pada 2033 menyimpulkan
bahwa tujuan tersebut tidak mungkin.
"Ini bukan hanya
anggaran," kata Bhavya Lal dari Institut Kebijakan Sains dan Teknologi.
"Itu juga bandwidth organisasi,
berapa banyak hal yang bisa dilakukan NASA pada saat bersamaan?"
Bagi Lal, kerangka waktu yang lebih
realistis adalah 2039. (age/age)
Daftar pustaka

Komentar
Posting Komentar